Tanjung Selor – Mengamati perkembangan dan menilai kinerja dalam pencapaian suatu program sangat memungkinkan untuk mengetahui kemajuan serta hambatan maupun hal-hal potensial yang tidak diduga dapat mempengaruhi jalannya program secara menyeluruh. Untuk itu, pekan pertama dibulan Maret (tgl.04-06 Maret 2024) telah dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi Program Promkes Puskesmas di ruang pertemuan Bhakti Husada oleh Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan.


Indrawati, SKM, selaku PJ Program Mutu dan Kualitas Pencatatan & Pelaporan Program PKPM dalam Tim Kerja PKPM Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, menyampaikan Laporan Panitia Penyelenggara sebagai pengantar yang mengawali kegiatan. Selanjutnya, kegiatan yang dibuka Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Mauludin, S.Gz mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan ini diikuti oleh 32 Petugas Promkes dari 12 Puskesmas se-Kabupaten Bulungan. Dalam sambutannya, Petugas PKPM diberikan apresiasi atas keberhasilan dalam Pelaksanaan GERMAS yang mencapai 100% target program. Namun hal yang sama tidak terjadi pada capaian lainnya, yaitu Posyandu Aktif. Di Tahun 2023, berdasarkan hasil laporan pada Aplikasi Komdat Kesmas diperoleh hasil bahwa Jumlah Posyandu Aktif di Kabupaten Bulungan sebesar 64%, hal ini masih di bawah target pada Rencana Strategis sebesar 80%. Untuk itu, diharapkan para Petugas untuk lebih meningkatkan kinerja dan effort untuk pemanfaatan segala sumberdaya yang ada agar dapat mencapai target sebagaimana mestinya. Perlu dipahami bahwa melalui pelayanan Posyandu yang menyentuh sasaran siklus hidup dan penguatan tindakan promotif & preventif lain akan dapat berimplikasi penuh dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup, utamanya dalam percepatan dan pencegahan AKI, AKB, Stunting dan Triple Burden Disease.

Giat berlangsung dalam 3 hari efektif dan menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut yang disepakati untuk dapat mensukseskan program PKPM di Tahun 2024, utamanya perihal implementasi dalam integrasi layanan primer di Puskesmas, Pustu dan Posyandu, hingga ketepatan waktu Pencatatan dan Pelaporan Program. Diketahui, transformasi dalam integrasi layanan primer semakin digalakkan seiring komitmen dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Begitu pula dalam hal pemanfaatan digitalisasi kesehatan yang tengah berlangsung pada sistem pelaporan capaian program sehingga monitoring dan evaluasi secara sumatif maupun formatif dapat langsung di akses secara vertikal bagi Pengelola Program dan Pembinanya. *(Mira/DinkesBekabor)








