Tanjung Selor – Sinergitas peran lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan kegiatan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) Tahun 2024 menuju Tanjung Palas Tengah Sehat menjadi tema dalam agenda pertemuan Rapat Koordinasi Terpadu Lintas Program/Lintas Sektor yang baru saja selesai digelar di BPU Kecamatan Tanjung Palas Tengah.


Hari ini (Kamis, 07 Maret 2024) giat yang difasilitasi oleh Aparatur Kecamatan dan diselenggarakan oleh Puskesmas Salimbatu ini berlangsung dengan lancar. Mira Tania, S.ST, M.Tr.Kep, selaku Tim TPCB Cluster Benuanta Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan hadir memberi sambutan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan serta mendampingi jalannya Pertemuan Lokakarya Mini Linsek Perdana di Tahun 2024 untuk Puskesmas Salimbatu hingga akhir kegiatan. Pada sambutannya, disampaikan bahwa penguatan kegiatan UKBM akan sangat berpengaruh pada pencapaian program yang saat ini menjadi prioritas nasional seperti AKI, AKB, Stunting dan Triple Burden Disease. Diketahui, Kabupaten Bulungan untuk tahun 2023 mencapai 8,6% untuk angka stuntingnya, hal ini menyentuh angka dibawah target nasional sebesar 16%. Tentunya capaian yang diperoleh merupakan wujud hasil sinergitas dalam intervensi spesifik dan sensitif yang telah dilaksanakan oleh seluruh sektor yang terkait melalui pemanfaatan sumberdaya potensialnya masing-masing. Berdasarkan capaian ini, hal serupa pun diharapkan dapat pula terjadi untuk tujuan program bidang kesehatan lainnya.

Asrori, S.I.P, Camat Tanjung Palas Tengah, sesaat setelah membuka acara secara resmi menyatakan bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan di Tanjung Palas Tengah tentunya membutuhkan kerjasama dan peran serta aktif dari seluruh tatanan baik sektor pemerintah, swasta, dunia usaha hingga organisasi masyarakat maupun tokoh-tokoh agama. Untuk itu, pertemuan lintas sektor ini diharapkan menjadi moment yang dimanfaatkan dengan baik dalam memahami permasalahan bidang kesehatan yang dipaparkan langsung oleh Kepala Puskesmas Salimbatu, dr. Ferry Fawzy Annor untuk selanjutnya ditetapkan solusi dan komitmen bersama untuk penanggulangannya. Seperti permasalahan Desa ODF yang pada tahun 2023 masih belum mencapai 100% karena masih terdapat 2 Desa yang minim ketersediaan Jamban Sehat, yaitu Desa Tanjung Buka dan Desa Salangketo. Namun hal ini kemudian ditanggapi oleh Dunia Usaha (CSR) yang pada tahun 2024 ini akan memberikan bantuan penyediaan jamban sehat melalui pemanfaatan dana CSR. Semoga sinergitas antar sektor terus dapat diperkuat dan ditingkatkan sehingga asa menuju Tanjung Palas Tengah Sehat dapat tercapai dengan optimal. *(Mira/DinkesBekabor)







