“Si Mak Ina Geram” Siap Menguatkan Strategi Penurunan AKI/AKB Bulungan

Kadinkes Bulungan didampingi rekan sesama peserta Diklat PKN 2 Angkatan XIV Tahun 2022 dari Kabupaten Bulungan Foto Bersama Dewan Penguji, Mentor serta Coach sesaat setelah pemaparan Program Perubahan "SI MAK INA GERAM" di Samarinda (Sabtu, 27/08/2022).

Bagikan

Tanjung Selor – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan prioritas utama dalam beberapa masalah kesehatan lain yang menjadi atensi pada rencana pembangunan jangka panjang nasional. Sebab kedua hal tersebut menjadi salah satu indikator yang di gunakan dalam indeks pembangunan ekonomi, indikator kualitas hidup dan komponen utama penentu angka harapan hidup suatu masyarakat.

Keseriusan permasalahan AKI/AKB tentu terjadi pula di Kabupaten Bulungan. Hal ini dapat dilihat dari data pada Profil Dinkes Kabupaten Bulungan Tahun 2021 dimana besaran kejadian AKI pada tahun 2020 sebesar 76/100.000 kelahiran hidup atau sebanyak 2 kasus dari 2.636 kelahiran hidup, sedangkan data tahun 2021 dilaporkan AKI naik signifikan sebesar 338/100.000 kelahiran hidup atau sebanyak 9 kasus dari 2.658 kelahiran hidup. Fenomena serupa turut terjadi pada besaran kejadian AKB dimana data menunjukkan bahwa tahun 2020 ditemukan kasus AKB sebanyak 14/1.000 kelahiran hidup atau sebanyak 36 kasus dari 2.636 kelahiran hidup dan tahun 2021 meningkat menjadi 18/1.000 kelahiran hidup atau sebanyak 48 kasus dari 2.658 kelahiran hidup.

Untuk menangani permasalahan yang ada, telah dilakukan berbagai upaya dalam strategi penurunan AKI / AKB di Kabupaten Bulungan yang tentunya tidak bisa menjadi tanggung jawab satu sektor saja, melainkan perlu keterlibatan dan peran stakeholder lainnya dan perlu mendapat atensi khusus dari seluruh komponen pemerintah daerah, mitra serta masyarakat luas.

Kadinkes Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.Ap. saat pemaparan Program Perubahan dalam rangka Diklat PKN 2 Angkatan XIV Tahun 2022 (Sabtu, 27/08/2022) di Samarinda.

“SI MAK INA GERAM” (Strategi Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Melalui Gerakan Bersama Peduli Ibu dan Bayi) dicanangkan sebagai salah satu strategi yang dimaksud diatas dan telah disetujui pada pemaparan Program Perubahan yang menjadi salah satu project yang dipelopori oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.Ap pada aksi perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIV di LAN Samarinda Kalimantan Timur.

Penandatangan Komitmen Bersama (inframe : Ketua TP-PKK Kabupaten Bulungan, Ibu Sri Nurhandayani Syarwani, S.Pd.)

Sebagai wujud dalam penguatan pelaksanaan program perubahan yang ada, telah berlangsung penandatanganan komitmen bersama penurunan AKI / AKB di Lingkup Pemerintah Kabupaten Bulungan Tahun 2022 bertepatan dengan moment Rapat Koordinasi GERMAS Kabupaten Bulungan Tahun 2022 beberapa waktu yang lalu. Komitmen tersebut menyepakati 6 (enam) poin penting untuk peran serta aktif seluruh lintas sektor dan lintas program dari berbagai unsur terkait penurunan AKI / AKB di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Penggalan manuscript Komitmen Bersama Penurunan AKI / AKB yang memuat alternatif “SI MAK INA GERAM”.

Program perubahan yang ada selanjutnya diharapkan dapat memberikan outcome berupa kebijakan/regulasi yang menjadi dasar alternatif  strategi penurunan AKI / AKB melalui pendekatan dari berbagai unsur dan pemanfaatan sumber daya yang ada yang akan difokuskan pada setiap masing-masing peranan dari perangkat pemerintahan maupun swasta, hingga mitra kelembagaan, profesi dan dunia usaha sesuai tupoksinya. *(Mira/Rustami_DinkesBulungan)