Tanjung Selor – Selasa lalu, tanggal 28 Juni 2022, bertempat di Gedung Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Percepatan Desa ODF dan 5 Pilar STBM bagi Puskesmas Se-Kabupaten Bulungan.
Pertemuan koordinasi ini merupakan kegiatan dari Program Penyehatan Lingkungan pada Bidang Kesehatan Masyarakat dan diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari 12 puskesmas, dimana setiap puskesmas diwakili oleh tenaga sanitasi lingkungan dan kepala puskesmasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan yang dalam hal ini diwakilkan kepada Kepala Bidang Kesmas Rustam Iwandi, SKM, MPH. mengharapkan agar percepatan Desa ODF ini bisa diselenggarakan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan semua sumber daya, baik dari lintas program maupun dari semua lintas sektor (stakeholder) terkait.
Saat ini telah tercatat 50 desa (62%) telah berstatus ODF atau sudah tidak lagi Buang Air Besar Sembarangan (BABs) dari tolal 81 desa/kelurahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan menargetkan agar Kabupaten Bulungan dapat berstatus Kabupaten ODF pada akhir Tahun 2022 ini. Ini tentu merupakan target yang cukup berat, namun kita akan coba semaksimal mungkin agar ini dapat terwujud minimal mendekati.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan percepatan Desa ODF ini juga dalam rangka persiapan untuk menuju Verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tahun 2023, dimana salah satu prasyarat untuk mengikuti verifikasi ini adalah cakupan Desa ODF harus mencapai 100% bagi Kabupaten Bulungan jika mengusulkan Kabupaten Sehat kategori Swasti Saba Wistara Ke-3. Perlu diketahui bahwa Kabupaten Bulungan pada verifikasi KKS Tahun 2017 dan 2019 telah mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara.
Kegiatan diisi dengan presentasi seluruh puskesmas terhadap progress capaian Desa ODF sampai dengan semester 1 Tahun 2022, termasuk hambatan dan upaya yang telah dan akan dilakukan. Selain itu juga dipaparkan progress pencapaian STBM untuk pilar 2 dan 3, yaitu pilar Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pilar Pengamanan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga.
Berdasarkan hasil presentasi puskesmas, untuk kegiatan Pilar 4 Pengelolaan Limbah Sampah Rumah Tangga dan Pilar 5 Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga masih belum dilaksanakan, karena masih menuntaskan pilar 1, 2 dan 3.

Pada sesi diskusi juga hadir Narasumber perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bulungan. Dalam kesempatan tersebut telah dilakukan koordinasi serta sinkronisasi terhadap kegiatan-kegiatan fisik dari Dinas PUPR baik yang sedang berjalan maupun perencanaan kedepan, harapannya agar pembangunan fisik sanitasi ini sejalan dengan target desa ODF yang sedang diupayakan.
Pada akhir kegiatan telah disepakati Rencana Tindak Lanjut yang segera harus dilaksanakan terkait percepatan Desa ODF, diantaranya adalah membuat data based by name per Kepala Keluarga yang tergolong masih Open Defecation (OD) di semua desa yang belum berstatus ODF. Data Based ini selain memudahkan untuk monitoring juga dapat digunakan untuk dasar pengajuan pengusulan pembangunan fisik jamban sehat oleh Dinas PUPR agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih nantinya.
Dan dipenghujung kegiatan, secara resmi seluruh rangkaian pertemuan koordinasi ditutup oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, drg. Ida Bagus Sidharahardja, MPH, dimana dalam sambutannya beliau menekankan untuk segera menindaklanjuti apa yang telah menjadi kesepakatan dan mendorong puskesmas untuk juga bergerak melakukan verifikasi STBM Pilar 2 dan 3 pada tingkat desa, selain berfokus pada pilar 1 Stop BAB Sembarangan. (*Mira/Kesling_Kesjaor)







